Macam-macam Kemaslahatan Dalam Islam
ilustrasi gambar oleh istockphoto
Macam-macam Kemaslahatan Dalam Islam
Kemaslahatan dalam Islam ada yang sifatnya segera (duniawi) dan ada juga yang sifatnya tertunda (akhirat). Namun secara umum, kemaslahatan itu terbagi menjadi tiga bagian:
1. Kemaslahatan yang wajib diupayakan. Maksudnya jika maslahat itu besar dan agung, maka wajib berlaku dalam setiap syariat.
2. Kemaslahatan yang dianjurkan (mandūb) untuk diupayakan.
3. Kemaslahatan yang mubah (boleh) untuk dilakukan.
Selanjutnya, jenis maslahat terbagi menjadi tiga bentuk:
1. Maslahat ukhrawiyah (akhirat).
Maslahat ini bersifat diharapkan terjadi, karena tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana akhir hidupnya. Kalaupun seseorang mengetahui akhir hidupnya, tetap tidak bisa memastikan apakah amalnya diterima..
Dan jika pun diterima, tidak bisa dipastikan pahala dan manfaat akhiratnya benar-benar diperoleh. Sebab bisa jadi terhapus oleh timbangan amal atau terhapus oleh dosa.
2. Maslahat duniawi.
Terbagi dua:
a. Yang sudah pasti (langsung) didapat:
Seperti kemaslahatan untuk makanan, minuman, pakaian, pernikahan, tempat tinggal, atau kendaraan..
Termasuk pula transaksi yang langsung bisa menghasilkan. Seperti contoh jual beli, kompensasi harta, dan mengambil yang mubah (seperti berburu, mencari rumput, menebang kayu)..
b. Yang masih diharapkan hasilnya (belum pasti):
Seperti berdagang untuk memperoleh keuntungan, berdagang dengan harta anak yatim karena mengharap laba,
mengajarkan mereka keahlian dan ilmu karena mengharap manfaatnya, membangun rumah, menanam tanaman, atau menumbuhkan pohon. Dan semuanya ini bersifat maslahat yang diharapkan, karena hasilnya tidak pasti..
Termasuk juga efek jera dari hudud (hukuman syar’i). Karena manfaatnya diharapkan namun tidak pasti..
3. Maslahat yang memiliki dua sisi: segera dan tertunda.
Seperti kaffarah (denda syar’i) dan ibadah harta (misal: zakat, sedekah). Manfaat yang segera diperoleh oleh pihak yang menerima (mustahiq),
sedangkan manfaat yang tertunda diperoleh oleh orang yang memberi (muzakki/pelaku), berupa pahala akhirat.
Maka maslahat segera bersifat nyata dan langsung, sedangkan maslahat tertunda adalah yang masih diharapkan.
✴️ فَصْلٌ فِي انْقِسَامِ الْمَصَالِحِ إِلَى الْعَاجِلِ وَالْآجِلِ
*الْمَصَالِحُ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ:
1️⃣ أَحَدُهَا: وَاجِبُ التَّحْصِيلِ، فَإِنْ عَظُمَتِ الْمَصْلَحَةُ وَجَبَتْ فِي كُلِّ شَرِيعَةٍ.
2️⃣ الْقِسْمُ الثَّانِي: مَنْدُوبُ التَّحْصِيلِ.
3️⃣ الثَّالِثُ: مُبَاحُ التَّحْصِيلِ.
✳️ ثُمَّ الْمَصَالِحُ ثَلَاثَةُ أَضْرُبٍ:
1. أَحَدُهَا: أُخْرَوِيَّةٌ وَهِيَ مُتَوَقَّعَةُ الْحُصُولِ، إِذْ لَا يَعْرِفُ أَحَدٌ بِمَ يُخْتَمُ لَهُ؟ وَلَوْ عُرِفَ ذَلِكَ لَمْ يُقْطَعْ بِالْقَبُولِ، وَلَوْ قُطِعَ بِالْقَبُولِ لَمْ يُقْطَعْ بِحُصُولِ ثَوَابِهَا وَمَصَالِحِهَا، لِجَوَازِ ذَهَابِهَا بِالْمُوَازَنَةِ وَالْمُقَاصَّةِ.
2. الضَّرْبُ الثَّانِي: مَصَالِحُ دُنْيَوِيَّةٌ*, *وَهِيَ قِسْمَانِ:
▪️ أَحَدُهُمَا: نَاجِزُ الْحُصُولِ، كَمَصَالِحِ الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَالْمَلَابِسِ، وَالْمَنَاكِحِ وَالْمَسَاكِنِ وَالْمَرَاكِبِ، وَكَذَلِكَ مَصَالِحُ الْمُعَامَلَاتِ النَّاجِزَةِ مِثْل الْأَعْوَاضِ وَحِيَازَةِ الْمُبَاحِ كَالِاصْطِيَادِ وَالِاحْتِشَاشِ وَالِاحْتِطَابِ.
▪️ الْقِسْمُ الثَّانِي: مُتَوَقَّعُ الْحُصُولِ، كَالِاتِّجَارِ لِتَحْصِيلِ الْأَرْبَاحِ، وَكَذَلِكَ الِاتِّجَارُ فِي أَمْوَالِ الْيَتَامَى لِمَا يُتَوَقَّعُ فِيهَا مِنْ الْأَرْبَاحِ، وَكَذَلِكَ تَعْلِيمُهُمُ الصَّنَائِعَ وَالْعُلُومَ لِمَا يُتَوَقَّعُ مِنْ مَصَالِحِهَا وَفَوَائِدِهَا، وَكَذَلِكَ بِنَاءُ الدّارِ وَزَرْعُ الْحُبُوبِ وَغَرْسُ الْأَشْجَارِ، وَكُلُّ ذَلِكَ مَصَالِحُهُ مُتَوَقَّعَةٌ غَيْرُ مَقْطُوعٍ بِهَا، وَكَذَلِكَ مَا يُتَوَقَّعُ مِنْ مَصَالِحِ الِانْزِجَارِ مِنَ الْحُدُودِ وَالْعُقُوبَاتِ الشَّرْعِيَّةِ.
3. الضَّرْبُ الثَّالِثُ: مَا يَكُونُ لَهُ مَصْلَحَتَانِ، إِحْدَاهُمَا عَاجِلَةٌ وَالْأُخْرَى آجِلَةٌ، كَالْكَفَّارَاتِ وَالْعِبَادَاتِ الْمَالِيَّاتِ، فَإِنَّ مَصَالِحَهَا الْعَاجِلَةَ لِقَابِلِيهَا، وَالْآجِلَةَ لِبَاذِلِيهَا؛ فَمَصَالِحُهَا الْعَاجِلَةُ نَاجِزَةُ الْحُصُولِ، وَالْآجِلَةُ مُتَوَقَّعَةُ الْحُصُولِ.
📚 Sumber: Qawaid al-Ahkam Fi Mashalih al-Anam, Imam 'Izzuddin bin Abdi al-Salam, 2/14.

No comments for "Macam-macam Kemaslahatan Dalam Islam"
Post a Comment