Banner BlogPartner Backlink.co.id Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah - Auladus Sholihin

Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah

Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah
ilustrasi gambar oleh istockphoto (edited by auladus-sholihin.com)

Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah

(حكاية) ان رجلا مات علي عهد موسي عليه السلام فكره الناس غسله ودفنه لفسقه فأخذوه برجليه وطرحوه في مزبلة ، فأوحي الله تعالي الي موسي عليه السلام . وقال يا موسي مات في محلة ماجان في شهر المروة ولي من اوليائي فلم يكفنوه ولم يدفنوه فاذهب انت فاغسله وكفنه وصل عليه وادفنه، فجاء موسي عليه السلام الي تلك المحلة، وسأل لهم عن الميت فقالوا له : مات رجل من صفة كذا وكذا وإنه كان فاسقا معلنا فقال اين مكانه ؟ فان الله تعالي اوحي الي لأجله ،قال فعلموني مكانه .فلما رأه موسي عليه السلام مطروحا في المزبلة وأخبره الناس عن سوء افعاله ناجي موسي ربه ،فقال إلهي امرتني بدفنه والصلوة عليه وقومه يسبون عليه شرا وانت اعلم به منهم من الثناء القبيح، فأوحي الله عليه يا موسي صدق قومه فيما حكوا عنه من سوء افعاله غير انه تشفع الي عند وفاته بثلاثة اشياء لو سأل مني جميع مذنب خلقي لأعطيته فكيف وقد سأل نفسه وانا ارحم الراحمين. قال يا ربي ما الثلاثة ؟ قال لما دني وفاته قال يا ربي انت تعلم مني فاني ارتكب المعصية مع كراهية المعضية في قلبي
اولها هو النفس والرفيق السوء وابليس عليه اللعنة وهذه الثلاثة القبيحة في المعصية فانك كنت تعلم مني ما اقول فاغفرلي.
والثاني قال يا ربي انك تعلم بأني ارتكب المعاصي وكان مقامي مع الفسقة ولكن صحبة الصالحين وزهدهم والمقام معهم احب الي من الفاسقين.
والثالث قال الهي ان كنت تعلم مني ان الصالحين كانوا احب الي من الفاسقين حتي لو استقبلني رجلان صالح وطالح الا قدمت حاجة الصالح علي الطالح .... 

Hikayat:

Ada seorang lelaki meninggal dunia dimasa Nabi Musaa AS. semua orang tidak mau memandikan dan mengafani jenazahnya, karena kedurhakaanya semasa didunia. orang-orang itu membuangnya dengan kaki mereka ditempat sampah..

Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada Musa AS: "Wahai Musa, telah mati seorang laki-laki, jenazahnya kini di tempat sampah. Padahal ia adalah kekasih-Ku. ia tidak dimandaikan maupun dikafani dan tidak dikuburkan. Maka berangkatlah engkau untuk memandikannya, mengkafaninya, sembahyangkan dan kuburlah ia dengan kemuliaan"..

Lalu Musa berangkat ke tempat itu dan menanyakan mayat itu kepada penduduk. "Benar disini telah meninggal seorang durhaka" jawab mereka. "Dimana ia kini? Aku kesini semata-mata datang atas perintah Allah untuk laki-laki yang kalian anggap durhaka itu". kata Musa..

Lalu dengan diantar penduduk kampung, Musa menjenguk mayat tersebut. Padahal banyak kabar simpang siur atas orang tersebut tentang kebusukan mayatnya oleh penduduk yang tidak menyukainya. Musa pun heran atas perintah Tuhannya itu..

Kemudian Nabi Musa as munajat kepada Allah: "Tuhan! Engkau telah mengutusku menguburkannya dan menyembahyangkannya. Padahal kaumnya menyaksikan dia seorang durhaka. Karena hidupnya hanya dilakukan untuk perbuatan tercela. Hanya Engkau yang tahu antara Puji dan Cela..

Lalu pernyataan Nabi Musa ini, dijawab oleh Allah: "Benar Musa. Orang-orang itu juga benar. Karena mereka menghukumi laki-laki itu karena perbuatannya. Tetapi Aku telah mengampuninya karena tiga sebab. Ketahuila! Kalau seorang pendosa meminta ampun kepada-Ku dan lalu Ku ampuni, mengapa dia tidak? Padahal dia pernah berkata kepada dirinya sendiri, bahwa Aku adalah Tuhan Yang Maha Penyayang"..

 "Apakah tiga sebab itu, Tuhan?" tanya Musa..

Lalu Allah pun menjawab: "Ketika laki-laki itu menghadapi maut, ia mengadu kepada-Ku:

"Tuhan, Engkau tahu segala maksiat yang ku perbuat. Padahal sebenarnya aku sangat membencinya. Mengapa ku lakukan juga? Itu karena tiga hal, Tuhanku. Pertama karena nafsu pergaulan yang jelek, dan iblis terkutuk. Ini yang pertama membawaku jatuh dalam pelukan maksiat. Tentu Kau sangat tahu, dan ampunilah aku. Kedua Tuhan, Kau pasti tahu bahwa aku berbuat maksiat karena berada di lingkungan yang fasiq. Padahal aku mencintai orang-orang alim dan zuhud, dan tinggal bersama mereka sangat aku senangi dari pada tinggal dengan orang-orang fasiq itu. Ketiga Tuhan, sungguh orang yang sholeh lebih baik dari pada orang yang thalih. Dan sungguh orang sholeh lebih saya cintai. Jika seandainya datang kedua orang itu, maka saya akan mendahulukan orang yang sholeh"..

Lalu Allah melanjutkan: "Maka Kuampuni dosanya dan Ku rahmati dia. Sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang. Khususnya pada mereka yang mengakui kesalahannya di hadapan-Ku. Dan laki-laki ini telah mengakui kesalahannya, maka Ku ampuni dia Ku lewatkan atas dosa-dosanya"..

"Wahai Musa! Lakukan apa yang Aku perintahkan. Akupun akan mengampuni orang-orang yang menyembahyangkannya serta ikut menguburnya, demi kemuliaan yang ia miliki"..

Wallahu A'lam

(Sumber: Kitab Al-Mawâ’idh Al-Ushfûriyyah, hal. 3)

========== ========== ========== ========== ==========


Pada cerita di atas, kita bisa memetik pelajaran bahwa sejatinya kita nggak boleh memvonis siapa pun sebagai ahli neraka. Karena urusan surga dan neraka itu adalah urusan Allah SWT..

Di sisi lain, rahmat dan ampunan Allah itu bisa didapatkan oleh siapa saja. Dan ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

الحديث الثاني عن ابن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله ص.م : الفاجر الراجي برحمة الله تعالي اقرب من العابد المقن

Dari Ibni Mas'ud (Abdulloh bin Mas'ud RA) berkata: Telah bersabda Rosulullah SAW : "Pelaku dosa yang berharap rahmat Allah, lebih dekat daripada seorang hamba yang beribadah yang putus asa dari rahmat-Nya"..

Demikian apa yang bisa kami sampaikan pada hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat dan sekaligus bisa mengambil hikmah dari cerita yang kami tulis di atas.. Amiin.

No comments for "Kisah Pendosa Yang Meraih Husnul Khotimah"